"Tolong kami pak Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan, lindungi kami pak, berikan keadilan kepada kami. Kami korban pak. Keponakan kami saat ini mengungsi, tidak bisa sekolah karena barang-barang semua dihancuri. Tangkap semua para pelakunya pak. Sampai saat ini masih berlangsung pengrusakan rumah kami pak. Kami takut dan terancam pak," pintanya berlinang air mata.
Sementara itu, Lurah Anggrung Ramadhoni Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan via seluler, Selasa (26/5/2026) yang mana saat itu berada dilokasi dan menyaksikan pengerusakan itu berlangsung mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi dari kepala lingkungan (kepling) dan sebelumnya tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut.
Baca Juga:
Evakuasi Penemuan Mayat di Aliran Sungai Lae Soraya Diduga Korban Hanyut dari Desa Suka Maju
"Saya diinformasikan oleh Kepling bahwasanya ada polisi dan ramai di lokasi rumah itu, saat itu saya lagi upacara Satpol PP. Sepengetahuan saya pak tidak ada dasar atau surat dari pengadilan kepada mereka (para pelaku) untuk membongkar rumah tersebut. Dan saat itu saya agak jauh dari lokasi berada dekat mesjid, namun demikian akan tanya kepada pimpinan dan akan saya himbau," jawab Ramadhoni membalas konfirmasi awak media.
Mirisnya, pengrusakan hingga saat ini tetap berlangsung dan pihak Kelurahan sama sekali tidak mengetahui.
[ REDAKTUR : HADI ]