Sebagai Kuasa Hukum, Edi akan melaporkan Ketua PA Medan dan Panitera karena melanggar hukum acara tidak ada perintah pengosongan dalam amat putusan.
"Demikian juga Kapolrestabes Medan, Kabag Ops Polrestabes Medan, tidak pernah ada rapat koordinasi (Rakor). Kalo ada rakor terlebih dahulu, kita datangi dan kita jelaskan duduk perkara sebenarnya. Dan tadi sudah kita jelaskan tidak peduli. Hanya katanya menjalankan perintah," tegasnya lagi.
Baca Juga:
Modus Ganja Dilempar dari Kamar Kos di Medan Diungkap Polisi
Di lokasi yang sama, Ahli Waris H Amiruddin, Idham Amir, SE mengatakan bahwa eksekusi yang dilakukan oleh PA Medan tidak manusiawi. Ia menegaskan bahwa sebagai pemilik, ia memiliki surat sertifikat dan grand Sultan.
"Tidak manusiawi dan tidak sah menurut hukum. Kami punya surat-surat, ini sertifikat surat grand asli sama kami. Kami sudah berdamai di depan Notaris. Sekarang surat-surat kami ditahan di Kantor Notaris Elly Sitepu," katanya.
Jadi, Idham menegaskan akan melakukan upaya hukum seperti yang telah dilakukan laporan di Polrestabes Medan dan di PN Medan.
Baca Juga:
Misran Sihaloho Hadiri Wisuda Program Diploma dan Sarjana UNUSU Periode VI Tahun 2026
"Jadi kami rasa ini tidak manusiawi dan tidak sah. Kami akan menuntut sampai kemanapun," Tegasnya mengakhiri.
Dari hasil pantauan wartawan, terlihat eksekusi tetap berjalan disertai jeritan tangis pemilik rumah.