“Prinsipnya, the right man in the right place. Kita berharap melalui program ini, para pencari kerja mendapatkan pelatihan yang sesuai, kemudian dapat disalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan para calon pekerja agar bersungguh-sungguh dalam menjalani pekerjaan yang nantinya diperoleh. Menurutnya, keterampilan dan kemauan untuk bertahan serta beradaptasi di lingkungan kerja merupakan bagian penting dalam meningkatkan taraf hidup.
Baca Juga:
Polisi Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung, 6 Pelaku Diringkus
Janlie berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Amran, S.T., mengatakan, di BBPVP memiliki program pelatihan vokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan mempersiapkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia usaha maupun membuka peluang usaha mandiri.
Ia menyebutkan, program pelatihan yang dijalankan BBPVP Medan menjangkau masyarakat di tiga provinsi. Dalam keterangannya, Amran menyampaikan bahwa jumlah peserta pelatihan tahun ini ditargetkan mencapai 27 ribu orang, sementara pelaksanaan pelatihan juga dilakukan secara berkala setiap tahun.
Baca Juga:
GSN di Jermal 12, 3 Pengedar Berikut Paket Narkoba Diamankan
Menurut Amran, salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pelatihan adalah menjangkau masyarakat pengangguran yang benar-benar membutuhkan peningkatan keterampilan. Karena itu, keterlibatan Polri melalui Poliran dinilai dapat membantu memperluas akses informasi dan pendataan calon peserta.
“Kami cukup kesulitan mencari akses kepada masyarakat pengangguran. Dengan bantuan Polri, kami berharap dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelatihan,” ujarnya.
Amran menekankan bahwa pelatihan harus mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha yang tersedia. Jangan sampai peserta telah menyelesaikan pelatihan, tetapi tidak memiliki akses terhadap lowongan pekerjaan atau peluang usaha yang sesuai.