Metromedannews.id, Medan - Bertahun-tahun lamanya jaringan kabel listrik milik PT PLN (Persero) semrawut, rendah dan terpasang diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga tiang listrik pun banyak yang miring di daerah Desa Liang Jering, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Akibatnya, warga sekitar pun mengaku resah, ketakutan dan tidak nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari akan bahayanya tersengat listrik. Mengingat, belakangan ini cuaca ekstrim sering terjadi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung PLN Hadapi El Nino, Pasokan Listrik Harus Tetap Andal
Tak hanya itu, pemadam listrik juga sering terjadi di daerah tersebut tanpa ada pemberitahuan atau sosialisasi dari pihak PLN kepada masyarakat.
Demikian disampaikan, Pardomuan Padang (34) warga Desa Liang Jering, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi kepada metromedannews.id, Sabtu (19/9/2026).
"Kami selaku masyarakat Desa Liang Jering sangat resah melihat kondisi jaringan kabel listrik PLN ini yang semrawut, rendah, penyambungan kabel yang putus pun sepertinya asal dibuat tidak sesuai standard begitu juga dengan tiang listrik banyak yang miring," ungkap Pardomuan.
Baca Juga:
PLN Group Gandeng Sejumlah Mitra, Lima Kolaborasi Strategis Capai Rp3,3 Triliun
Ia menambahkan, kondisi kabel listrik yang memprihatinkan dan mencekam kenyamanan masyarakat tersebut sudah bertahun-tahun lamanya. Namun perhatian atau pengawasan serius dari PLN tidak ada pada kenyataanya, meski masyarakat telah resah dengan bahayanya tersengat listrik.
"Sudah lama kondisi mencekam dan keresahan kami alami karena kabel listrik PLN itu tidak sesuai standard, seperti penyambungan kabel putus akibat tertimpa pohon tumbang asal tersambung, tiang listrik banyak yang miring. Meski demikian pihak PLN tidak perhatian dalam membenahi atau memperbaiki sebagaimana mestinya aturan yang sudah diterapkan," bebernya.
Lanjut ia menuturkan bahwa pemadaman listrik sering terjadi di daerah tersebut, tanpa ada pemberitahuan atau sosialisasi langsung dari pihak PLN kepada masyarakat.
"Belakangan ini sangat sering terjadi pemadaman listrik tanpa ada pemberitahuan atau sosialisasi langsung dari pihak PLN kepada masyarakat. Pemadaman listrik biasanya berlangsung cukup lama terkadang mulai dari pagi hingga malam dan biasanya terjadi 2 kali dalam seminggu. Akibatnya aktivitas masyarakat seringkali terganggu seperti Sabtu dan Minggu dihari itu biasanya kami melaksanakan ibadah. Dan hari lainnya juga terkadang padam listrik, sehingga anak-anak kami dalam belajar sering terganggu begitu juga bagi masyarakat yang tengah mengurus surat-surat di kantor Desa sering terkendala dikarenakan padam listrik," sebutnya.
Masyarakat pun berharap agar pihak PLN lebih memperhatikan kondisi saat ini yang di alami warga akibat situasi mencekam dan meresahkan karena ketidakwajaran kabel-kabel listrik semrawut serta hal lainnya.
" Harapan kita, pihak PLN lebih meningkatkan pelayanan atas keresahan yang saat ini mencekam dirasakan masyarakat. Guna menghindari tidak terjadinya hal bahaya akibat tersengat listrik. Kami bukan tidak bersyukur, namun untuk saat ini, kondisi jaringan listrik milik PLN di daerah Desa Liang Jering, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi sangat memprihatinkan," harapnya mengakhiri.
Terpisah, pihak PT PLN (Persero) ULP Tigabinanga, Kabupaten Dairi saat dikonfirmasi awak media via seluler ke nomor 08980918### terkait jaringan kabel listrik semrawut dan banyak tiang miring di Desa Liang Jering, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara hingga memicu keresahan masyarakat mengatakan akan segera menindaklanjuti.
"Selamat siang pak, terima kasih atas informasinya & segera kami tindaklanjuti pak," tegasnya.
Ketika disinggung mengenai sering terjadi pemadaman listrik di wilayah tersebut tanpa ada pemberitahuan dan sosialiasi kepada masyarakat, menjelaskan secara umum karena ada penyebabnya hingga terjadi pemadaman.
"Baik pak, penjelasan terkait listrik padam secara umum disebabkan beberapa hal antara lain:
1. Gangguan teknis baik dari sisi pembangkit, transmisi & distribusi
2. Defisit / kekurangan pasokan sumber daya ataupun kelebihan beban
3. Faktor alam & lingkungan meliputi cuaca ekstrem, pohon tumbang, tanah longsor dsb nya
4. Pemeliharaan & peningkatan kehandalan jaringan rutin (jadwal padam diinformasikan & disosialikan). Demikian disampaikan terima kasih," pungkasnya.
[ REDAKTUR : INDRA SIAHAAN ]